.

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Pesan Anda

Anda Sekedar Sibuk atau SudahProduktif? PDF Print E-mail
Written by WebMaster   
Tuesday, 13 July 2010
Apakah Kesibukan akan Mendekatkan Anda kepada Impian? Sebelum anda menjawab pertanyaan ini, saya perlu ajukan pertanyaan dasar dulu. Apakah anda sudah punya impian? Jika anda menjawab “Ya”, maka anda dapat melanjutkan bacaan ini. Jika anda menjawab “Tidak”, sebaiknya anda buat dulu impian, sebesar atau setinggi apapun. Setelah itu, anda boleh melanjutkan membaca. Ok, kebanyakan orang mendambakan paling tidak tiga impian dasar di dunia ini, yaitu: Punya mobil mewah Punya rumah bertingkat Uang yang tidak putus-putus hingga tujuh turunan Saya yakin, anda tidak bisa mengelak dari ketiga impian tersebut. Meskipun anda memiliki impian lain, saya berani ‘bertaruh’ impian anda itu tidak akan lepas dari ketiga hal di atas.

 

 Anda mungkin ingin menjadi direktur di salah satu perusahaan terkemuka atau menjadi eksekutif muda di negeri ini, pasti ujung-ujungnya adalah karena UANG. Atau mungkin yang lebih gila lagi, anda mengimpikan tidak bekerja tapi selalu kelebihan uang. Saya hargai impian anda. Tapi, anda juga perlu ingat, meskipun anda memiliki modal yang berlimpah dan berbagai jenis produk yang siap dipasarkan, IMPIAN anda pada akhirnya akan menjadi KHAYALAN semata jika anda masih saja menjadi orang yang sekadar sibuk. Anda percaya?

 Mari kita buktikan… Selama ini, apa saja yang anda lakukan dalam mengembangkan bisnis online anda? Jika anda sudah merasa cukup berbuat banyak untuk bisnis online anda, berinvestasi jutaan rupiah ke berbagai bisnis online lain, membeli berbagai produk, atau berulang-ulang kali melakukan perbaikan website anda, tapi anda sama sekali belum menghasilkan uang, berarti anda masih tergolong orang yang sekadar SIBUK.

 

 Pada akhirnya, impian anda pun tidak akan pernah terwujud. Tahukah Anda Kesalahan Paling Umum Para Pebisnis Online? Anda merasa serba bisa. Ya, kedengarannya begitu sepele. Tapi, kebanyakan para pebisnis online yang gagal disebabkan karena mereka selalu merasa dirinya yang paling berhak menjalankan seluruh bisnis online-nya. Apakah anda juga merasakan demikian? Apakah anda selalu ingin merancang konsep bisnis online anda menurut proyeksi anda sendiri?

 

 1. Takut mengambil keputusan Keputusan adalah hal terpenting yang harus anda ambil untuk bisnis online anda. Andalah yang memegang kendali untuk menentukan sebaik apa prospek bisnis anda nantinya. Jadi, jika anda TAKUT mengambil sebuah keputusan, saya anjurkan tinggalkan dulu bisnis ini untuk sementara waktu. Saya khawatir anda bisa-bisa mengambil kebijakan yang salah sebelum anda meyakini keputusan itu. Ingat, sekali anda mengambil keputusan, ada berbagai rintangan yang harus anda hadapi. Untuk itu, sudah saatnya anda memikirkan sampai matang, keputusan apa yang harus anda ambil: melanjutkan atau meninggalkan. Itu saja. Jangan sekali-kali anda ambil keputusan atas dasar keragu-raguan. Saya bisa pastikan, keputusan semacam ini akan membuat anda tidak bisa percaya diri dalam mengembangkan bisnis online. Keputusan yang baik ada di tangan anda. Jika anda sudah memutuskan dengan sepenuh hati, setidaknya anda telah melakukan tindakan dan niat untuk berubah.

 

 Begitu pula, saat anda memutuskan untuk membaca e-book ini, saya yakin anda sudah punya kepercayaan diri untuk menggeluti dunia bisnis online dengan segala rintangannya.

 

2. Takut menanggung resiko Tapi, lagi-lagi, kendala itu tak hanya berasal dari ketakutan anda untuk mengambil keputusan, tapi sejauh apa KEBERANIAN anda untuk menanggung RESIKO dalam menjalani bisnis di internet ini. Memang, resiko yang anda tanggung dalam bisnis di internet jauh lebih kecil dibandingkan resiko bisnis-bisnis, tapi bukan berarti anda harus takut menanggung resiko itu.

 

 Kebanyakan, orang yang baru berkenalan dengan bisnis akan banyak mempertimbangkan resiko yang akan ditanggung meskipun dia telah memiliki modal banyak. Jangan begitu. Jika anda masih belum berani menanggung resiko, kapan anda bisa berani melakukan tindakan yang produktif?

 

 3. Takut rugi Pernah punya kekhawatiran (takut) rugi? Itu wajar. Apalagi dalam bisnis online. Anda mungkin sudah merasa gagal dulu sebelum bertindak. Setiap orang yang akan memasuki dunia pemasaran internet, akan selalu berpikir seperti itu, termasuk anda dan saya tentunya. Awalnya saya memang ragu-ragu untuk menjadi pebisnis ‘dunia maya’ ini.

 

Tapi mungkin karena saya sudah terlanjur trauma dengan bisnis-bisnis lain, saya ‘habis-habisan’ saja ikut bisnis internet. “Rugi ataupun tidak, tergantung nanti,” pikir saya. Tapi, saya juga tidak tahu, mengapa bisnis ini yang justru membuat saya berubah. Saya benar-benar diuntungkan dengan menggeluti bidang bisnis yang semula tak masuk akal ini. Anda harus buang jauh-jauh ketakutan itu. Jujur, saya pribadi merasa sedikit ‘terlambat’ untuk jadi kaya karena baru kenal dengan bisnis ini pada 2001 lalu. Andai saya mengenalnya pada masa kuliah dulu, bisa dibayangkan berapa milyar rupiah yang saya dapatkan sekarang dan berapa orang yang saya buat kaya dari hasil bisnis ini.

 

 Jadi, tunggu apa lagi? Bertindaklah sekarang, sebelum anda terlambat.

 

 4. Takut kalah (bersaing) Kata pepatah, jangan pergi berlayar kalau takut gelombang dan badai. Begitu pula, jangan berbisnis internet marketing jika takut kalah bersaing. Memang, siapapun pelaku bisnis online tidak mengharapkan kekalahan itu terjadi, termasuk juga anda. Tapi, jika anda sudah berpikir kalah terlebih dahulu, kapan anda mau bertindak lebih produktif? Ini memang sulit dilakukan oleh siapapun. Anda mungkin membayangkan bahwa “kekalahan” adalah mimpi terburuk yang akan anda hadapi nantinya. Tapi, cobalah bersahabat dengan kekalahan itu. Anda harus biasakan diri untuk menerapkan pernyataan “kekalahan adalah kesuksesan tertunda”. Jadi, selagi anda masih bisa berbuat, lakukanlah.

 

 Jangan sekali-kali memikirkan kekalahan sebelum anda bertindak apapun. Lagi pula, dalam internet marketing, anda tidak perlu khawatir untuk berpresentasi di hadapan orang atau takut mereka akan mengabaikan presentasi anda. Yang menjadi juru bicara anda dalam bisnis ini bukanlah anda sendiri, tapi tulisan anda, iklan anda, website anda. Walaupun ada ejekan, paling-paling ditulis lewat comment atau response yang anda sediakan dalam website. Anggap saja itu ‘iklan yang numpang lewat’ dari orang yang baru belajar buka situs bisnis online. Toh, anda sendiri tidak tahu orangnya seperti apa. Realistis, bukan? Jadi, untuk apa anda harus memikirkan kekalahan itu?

 5. Takut produk tidak laku Sebenarnya banyak faktor yang membuat produk anda tidak laku. Tapi, faktor yang paling besar pengaruhnya adalah ketakutan anda sendiri. Bagaimana mungkin? Mungkin saja. Logikanya cukup sederhana. Sebagus apapun produk yang anda ambil, serendah apapun harga yang anda tawarkan dalam produk itu, atau sebagus apapun iklan produk tersebut, akan menjadi sia-sia semata jika anda selalu berpikir tidak laku, tidak laku, dan tidak laku… Jadi, yang diperlukan anda saat ini sebenarnya bukan melulu kualitas produk itu, tapi juga mental dan persiapan anda dalam memasarkannya.

 

Ok, kualitas memang merupakan hal paling penting untuk meningkatkan rate penjualan anda, tapi mental jauh lebih penting. Anda mungkin bisa pertimbangkan pertanyaan ini: Bagaimana mungkin seorang penjual informasi bisa untung puluhan bahkan ratusan juta rupiah jika ia selalu meragukan produknya? Jadi, asalkan anda kreatif dan berani memasarkan, tidak ada sesuatu yang tidak bisa dijual. Saat era digital saat ini semakin canggih, orang-orang memang banyak berpikiran aneh, tapi kadang cukup realistis. Bagaimana tidak? Berjualan atau berdagang informasi! Bisakah anda membayangkan? Bagaimana bisa seseorang menjual sesuatu yang tidak tampak?

 

Menjual motor saja belum tentu mendatangkan hasil jutaan rupiah dalam sebulan, apalagi hanya informasi. Lalu, apa yang bisa dihasilkan oleh ‘informasi’? Jika dulu saya berpikir bahwa produk informasi tidak akan laku, saya tidak mungkin bisa membeli mobil “CR-V brilliant white” saat ini. Membeli rumah seharga 1 milyar, memiliki tiga tanah bernilai tinggi seluas 1.500m2 dan sebagainya. Benar... semua itu adalah murni dari hasil menjual informasi! Aneh bukan? So, apa yang masih anda pikirkan saat ini? Anda masih belum percaya? Jika anda masih tertegun dengan kehebatan dunia internet tersebut, anda sebaiknya cepat menyudahi rasa takut ‘tidak laku’ itu. Dan, segeralah bertindak produktif untuk bergabung dalam bisnis online yang menakjubkan ini.

 

 6. Takut untuk memulai dan mencoba Kendala terakhir yang sering membuat orang sulit untuk menjadi orang bertindak produktif adalah takut untuk memulai dan mencoba. Saya yakin, anda pernah membayangkan akan menghadapi hal buruk dalam bisnis online. Ini wajar. Tidak masalah.Tapi, harapan saya, anda tidak terlena dengan ketakutan itu. Jika anda sudah memiliki keberanian untuk memulai, lakukan saja.

 

 Saya pikir itu adalah perjuangan yang luar biasa. Soal kesulitan, anda pikirkan selanjutnya. Yang paling penting bagi anda saat ini adalah memulai dan mencoba. Tidak mudah memang memulai untuk melakukan sesuatu. Karena, saat anda sudah mulai memasuki satu profesi, maka saat itu pula anda akan berhadapan dengan beragam kesulitan. Tapi, jika anda tidak memulainya saat ini, anda akan ‘ketinggalan kereta’.

 

 Selain itu, anda tidak boleh takut untuk mencoba sesuatu hal yang BARU, karena bukan mustahil hal itu bisa membawa keuntungan bagi anda. Saya mungkin bukan contoh yang baik. Saya adalah lulusan arsitektur. Tapi, saya justru menemukan perubahan dalam hidup saat saya berani mencoba memasuki dunia yang bukan bidang saya, yaitu dunia internet marketing. Awalnya, saya tidak pernah punya pikiran sedikitpun untuk menjalani bisnis internet ini, tapi setelah saya mencoba memasukinya, saya baru sadar: dunia saya ternyata tidak ditentukan oleh bidang dan jurusan yang saya tempuh dulu. Dunia saya adalah apa yang saya harapkan dan cita-citakan.(Joko Susilo.com)

WWW.MARSELLOGINTING.COM

Last Updated ( Tuesday, 13 July 2010 )
 
Next >
Advertisement